Eden Hazard sedang menikmati start positif bersama Chelsea di Premier League

eden-hazard

Eden Hazard (25) sedang menikmati start positif bersama Chelsea di Premier League musim ini. Kunci ledakan bintang Belgia itu terletak pada kebebasan bermain dan sistem racikan dari pelatih Antonio Conte.

Ledakan Hazard tertuang dalam statistik yang cemerlang sejauh ini. Sampai pekan ke-9, dia sudah mencetak 4 gol.

Jumlah tersebut tidak banyak, tapi sudah cukup menyamai torehannya sepanjang musim lalu!

Pada kompetisi Premier League 2015-2016, Hazard harus melahap 31 partai buat mengoleksi 4 gol, sedangkan musim ini cukup 9 penampilan.

Karena jebloknya performa Hazard musim lalu, ramai bertebaran opini bahwa hal itu ikut memengaruhi kinerja Chelsea secara keseluruhan. The Blues cuma finis di peringkat ke-10.

Pengalaman kelam musim lalu tak terulang pada start 2016-2017. Koleksi 4 gol Hazard kali ini dilengkapi kegemilangan menyokong serangan tim.

Dia menciptakan 14 peluang, 39 kali sukses melewati pemain lawan, serta mencatat rataan dribel terbanyak di Chelsea (4,4 kali per partai).

Hazard seperti menemukan lagi tempat bermain yang nyaman. Ia mendapat kepercayaan penuh dari Conte untuk berekspresi dan menusuk lawan sesuai cara yang dia inginkan.

“Secara umum, kebanyakan pemain top tak perlu tuntutan terlalu banyak dari manajer. Cukup tetap mainkan mereka di lapangan,” ujar eks pemain Inggris yang kini berprofesi sebagai pandit, Danny Murphy.

Murphy menyoroti perlakuan yang salah dari bos Chelsea musim lalu, Jose Mourinho. Sang manajer malah beberapa kali menyimpan Hazard setelah dia tampil buruk.

Akibatnya, kepercayaan diri Hazard justru menurun dan dia frustrasi. Perlakuan berbeda diberikan oleh Conte.

“Hazard adalah tipe pemain yang butuh dukungan. Conte mungkin hanya mengatakan ‘kamu adalah pemain utama saya. Bermainlah dan bungkam para pengkritik’,” kata pemain Liverpool pada 1997-2004 itu di London Evening Standard.

Keputusan Conte menaruh Hazard di sisi kiri penyerangan dalam pola 3-4-3 juga berpengaruh memompa skill ofensifnya.

Dengan berdiri di posisi sejajar bersama Diego Costa dan Willian, Hazard mendapatkan dukungan lebih banyak.

Posisi Diego Costa sebagai penyerang tunggal membuat dirinya jadi perhatian utama bek-bek lawan, sehingga pengawalan buat Hazard menjadi lebih renggang. Alhasil, dia punya ruang lebih luas untuk melakukan penetrasi.

“Conte telah membebaskan Hazard untuk memainkan peran yang lebih menyenangkan bagi tim. Dia meresponsnya dengan 4 gol,” kata mantan pemain Liverpool dan pandit yang lain, Jamie Carragher.